Kabupaten Sukabumi

Kisah Pengabdian yang Tak Padam di Balik Peringatan Hari Bakti PU ke-80 di Sukabumi

×

Kisah Pengabdian yang Tak Padam di Balik Peringatan Hari Bakti PU ke-80 di Sukabumi

Sebarkan artikel ini

INILAHSUKABUMI.COM – Matahari pagi, baru saja naik ketika halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi mulai dipadati para pegawai berseragam cokelat khas pekerjaan umum. Senin (8/12/2025) kemarin itu, bukan hari biasa. Ada raut bangga, haru, sekaligus nostalgia yang terpancar dari wajah-wajah mereka. Hari itu, mereka memperingati Hari Bakti PU ke-80. Sebuah perayaan yang lebih dari sekadar seremonial tahunan.

Di antara barisan tamu undangan, Bupati Sukabumi, Asep Japar berdiri dengan senyum hangat. Baginya, peringatan ini bukan hanya tradisi institusi. Ada nilai sejarah, pengorbanan, dan dedikasi panjang para insan PU yang telah membangun fondasi infrastruktur negeri sejak masa revolusi.

“Nilai pengabdian tanpa pamrih itu adalah warisan berharga. Inilah yang terus menguatkan langkah kita dalam membangun daerah,” ujar Bupati, mengingat kembali peristiwa 3 Desember 1945 yang menjadi tonggak lahirnya Hari Bakti PU.

Di sisi lain lapangan, sejumlah pegawai tampak berbincang tentang pengalaman mereka selama bekerja, termasuk di tengah kondisi cuaca ekstrem. Ada yang bercerita tentang bagaimana mereka berkeliling di malam hari memastikan jalan dan jembatan aman, ada pula yang mengingat detik-detik mengevakuasi warga saat bencana. Kisah-kisah sederhana itu mengalir begitu saja. Kisah dari mereka yang mungkin jarang terlihat di media sosial, tetapi selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Peringatan tahun ini mengangkat tema Infrastruktur Berkeadilan, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Sukabumi Mubarakah. Tema yang terasa sangat dekat dengan kehidupan masyarakat lapisan bawah, terutama mereka yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada keberadaan jalan, jembatan, dan irigasi yang layak.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, terlihat sibuk bertegur sapa dengan para pegawai dan mitra kerja. Senyumnya lebar ketika menceritakan bahwa peringatan kali ini tidak hanya berupa upacara, tetapi juga diisi kegiatan sosial yang manfaatnya langsung dirasakan oleh warga.

Ada program bedah rumah bagi keluarga kurang mampu, penanaman pohon untuk menjaga lingkungan, pembersihan ruas jalan yang sering dilalui warga desa, hingga pemberian bantuan bagi korban bencana. Bahkan, para pegawai pun ikut mendonorkan darah mereka. Sebuah tindakan kecil yang berdampak besar bagi orang yang membutuhkan.

“Semua kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan pekerjaan umum dan sebagai cara menanamkan kembali semangat pelayanan,” jelas Uus, matanya berbinar bangga melihat antusiasme para pegawai.

Pada momen puncak acara, beberapa pegawai menerima penghargaan atas dedikasi dan prestasi mereka. Di antara mereka, ada seorang petugas irigasi yang telah puluhan tahun menghabiskan hidup di tepi saluran air, memastikan sawah warga tetap teraliri. Ada pula operator alat berat yang berkali-kali turun menangani longsor di malam hari. Tepuk tangan yang menggema terasa sebagai penghargaan bagi ribuan kisah yang tidak pernah muncul di halaman depan media.

Tak hanya itu, anak-anak yatim juga hadir menerima santunan. Mereka berdiri di barisan depan, memeluk bingkisan dengan senyum malu-malu. Di sinilah sisi human interest begitu terasa. Bahwa pekerjaan umum bukan hanya tentang beton, aspal, dan alat berat, tetapi juga tentang menyentuh kehidupan manusia.

Di akhir acara, Uus mengucapkan sebuah kalimat yang menegaskan makna peringatan tersebut. Kalimat yang bukan hanya untuk pegawai PU, tetapi untuk seluruh masyarakat Sukabumi.

“Semangat para pendahulu PU harus terus menjadi inspirasi dalam menghadirkan infrastruktur yang mendukung kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (*)

Reporter: Karimullah 

Redaktur: Rendi Rustandi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *