Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma melaksanakan kegiatan panen hasil pertanian perkotaan melalui Program Kebun Gizi Rawajaya pada Kamis (11/6) di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rawa Jaya, Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta.
Kebun Gizi Rawajaya menghasilkan berbagai komoditas pertanian, seperti melon, anggur, cabai merah, pakcoy, jagung, dan bawang merah. Melalui program pertanian perkotaan ini, hasil panen tidak hanya dimanfaatkan sebagai sumber pangan lokal, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti Boncara (Bon Cabe Powder), sambal kemasan, serta buah dan sayuran segar yang dipasarkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kelurahan Pondok Kopi dan 20 anggota Kelompok Rawa Jaya sebagai mitra binaan yang aktif mengelola kawasan urban farming tersebut.
Program ini juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan hasil panen secara optimal dan pengurangan limbah.
Sisa hasil panen yang tidak termanfaatkan diolah menjadi pupuk kompos untuk menyuburkan kembali lahan Kebun Gizi Rawajaya, sehingga menciptakan siklus produksi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan mendukung ketahanan pangan masyarakat dalam jangka panjang.
Salah satu anggota Kelompok Rawa Jaya, Sumi, mengatakan bahwa Program Kebun Gizi Rawajaya memberikan manfaat dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah. Ia berharap pendampingan dari Pertamina dapat terus berlanjut agar program semakin berkembang.
“Kami merasakan banyak manfaat dari pemanfaatan lahan RPTRA sebagai kawasan urban farming. Selain membantu memenuhi kebutuhan sayuran masyarakat, hasil panen juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok. Kami berharap pendampingan dari Pertamina dapat terus berlanjut sehingga program ini semakin berkembang dan menghasilkan lebih banyak produk inovatif dari hasil panen lokal,” ujar Sumi.
Di kesempatan terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RJBB, Susanto August Satria, menyampaikan bahwa Program Kebun Gizi Rawajaya merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif berbasis urban farming.
“Program Kebun Gizi Rawajaya menjadi salah satu upaya Pertamina dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pengelolaan lahan produktif berbasis urban farming, kami berharap masyarakat dapat memperoleh nilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan sekitar,” ujar Satria.
Program ini juga sejalan dengan pencapaian sustainable development goals (SDGs), khususnya poin 2, yaitu Mengakhiri Kelaparan melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pangan yang sehat, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi. (*/sya)












