Kabupaten Sukabumi

Tiga Kecamatan di Sukabumi Banjir dan Longsor

×

Tiga Kecamatan di Sukabumi Banjir dan Longsor

Sebarkan artikel ini
BANCANA ALAM: Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi pada Minggu (28/12) mengakibatkan banjir dan longsor di tiga kecamatan. FT: Ist
BANCANA ALAM: Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi pada Minggu (28/12) mengakibatkan banjir dan longsor di tiga kecamatan. FT: Ist

INILAHSUKABUMI.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu (28/12/2025) mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya tiga kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Gegerbitung, Cireunghas, dan Nyalindung.

Di Kecamatan Gegerbitung, banjir terjadi di Kampung Caringin dan Kampung Lembursawah. Luapan Sungai Cimandiri merendam sekitar 30 hektare lahan sawah yang siap panen. Meski mengalami kerugian materiil, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, banjir juga melanda Kecamatan Cireunghas, tepatnya di Kampung Cikupa dan Kampung Gadog. Di Kampung Cikupa, sebanyak 31 kepala keluarga (KK) atau 89 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter. Banjir tersebut mengakibatkan kerusakan pada 25 rumah warga, satu masjid, dan satu bangunan sekolah.

Di Kampung Gadog, Kecamatan Cireunghas, banjir merendam tujuh rumah warga dengan jumlah terdampak sebanyak 31 jiwa. Warga setempat terpaksa membersihkan lumpur sisa genangan air secara mandiri sembari menunggu bantuan lanjutan.

Dampak terparah dilaporkan terjadi di Kecamatan Nyalindung, khususnya di Desa Sukamaju. Banjir dan longsor menyebabkan aliran listrik padam total di wilayah tersebut. Selain itu, lima jembatan putus, tiga ruas jalan desa terputus, serta satu saluran irigasi mengalami kerusakan.

BPBD Kabupaten Sukabumi juga mencatat sebanyak empat rumah mengalami kerusakan, sementara 35 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam longsor. Sejumlah fasilitas umum terdampak, di antaranya masjid, sekolah, posyandu, dan majelis taklim. Akibat kondisi tersebut, sekitar 200 warga terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara yang dinilai lebih aman.

“Kami telah berkoordinasi dengan unsur forkopimcam, melakukan asesmen di lapangan, serta melaksanakan penanganan darurat di lokasi terdampak bencana,” demikian pernyataan resmi BPBD Kabupaten Sukabumi. (*)

Redaktur: Rendi Rustandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *