INILAHSUKABUMI.COM – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Sukabumi pada Minggu malam memicu bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Dampak paling signifikan terjadi di Kecamatan Jampang Tengah dan Kecamatan Purabaya, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta puluhan rumah warga terdampak.
Di Kecamatan Jampang Tengah, hujan deras menyebabkan luapan Sungai Cimandiri hingga memutus jembatan gantung di Dusun Leuwidinding, Desa Tanjungsari. Jembatan sepanjang 48 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut merupakan akses vital penghubung Dusun Leuwidinding dengan Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, serta Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunung Guruh.
Akibat jembatan terputus, aktivitas warga terganggu. Masyarakat terpaksa memutar sejauh kurang lebih enam kilometer melalui Kampung Cijambe dan kawasan SCG untuk keluar dari dusun. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, di Kecamatan Purabaya, luapan Sungai Cimerang memicu banjir dan longsor yang berdampak langsung pada permukiman warga di Desa Cimerang. Berdasarkan data sementara, kerusakan rumah warga terjadi di beberapa kampung.
Di Kampung Cipeusing RT 002 tercatat lima rumah rusak berat dan enam rumah rusak sedang. Kampung Pentas RT 006 RW 006 mengalami tiga rumah rusak sedang. Kampung Sawo Jajar RT 003 RW 001 terdapat tujuh rumah rusak sedang. Kampung Lembur Pasir RT 001 RW 002 satu rumah rusak sedang. Sementara di Kampung Gunung Buled RT 001 RW 006, satu rumah rusak berat dan satu rumah rusak sedang.

Sebanyak lima rumah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain permukiman, bencana juga berdampak pada tiga musala, satu jembatan, lahan pertanian seluas kurang lebih sembilan hektare, serta sektor peternakan berupa sembilan ekor kambing dan satu kolam ikan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, menyampaikan bahwa kondisi cuaca saat ini masih berawan dengan suhu udara 27 derajat Celsius, kelembapan 78 persen, serta angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan sekitar lima kilometer per jam.
“Meski belum ada peringatan dini lanjutan, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena kondisi tanah masih labil dan potensi hujan masih ada,” tegas Eki. (*)
Reporter: Idam
Redaktur: Rendi Rustandi












