INILAHSUKABUMI.COM – Pernyataan Kantor Pos Cibadak dan Camat Cibadak terkait koordinasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, berbeda menyusul meninggalnya seorang warga usai menerima bantuan tersebut, Selasa (30/12/2025).
Kepala Kantor Pos Cibadak, Asep, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan sebelum pelaksanaan penyaluran BLT Kesra. Ia juga menyebut korban sempat menerima bantuan sebelum akhirnya pingsan saat hendak pulang.
“Korban pingsan setelah menerima BLT Kesra dan saat hendak pulang. Kami sebelumnya sudah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan,” ujar Asep.
Ia menambahkan, selama proses penyaluran BLT Kesra di Kantor Pos Cibadak, petugas mengutamakan pelayanan bagi lanjut usia dan kelompok rentan agar tidak menunggu terlalu lama dalam antrean.
Namun, pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan Camat Cibadak, Mulyadi. Ia mengaku bahwa koordinasi dengan Kantor Pos hanya dilakukan pada tahap awal terkait penentuan jadwal penyaluran bantuan, tanpa adanya koordinasi lanjutan pada hari pelaksanaan.
“Memang ada koordinasi awal soal jadwal pembagian BLT Kesra, tetapi pada hari pelaksanaan tidak ada koordinasi lagi,” tegas Mulyadi.
Mulyadi juga membenarkan adanya warga Desa Warnajati yang meninggal dunia setelah menerima bantuan sosial tersebut. Menurutnya, peristiwa itu perlu menjadi bahan evaluasi agar ke depan penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih terkoordinasi.
Perbedaan pernyataan antara Kantor Pos dan pihak kecamatan tersebut menyoroti pentingnya sinkronisasi dan koordinasi teknis dalam pelaksanaan penyaluran bantuan sosial BLT Kesra, terutama untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penerima manfaat. (*)
Reporter: Karimullah
Redaktur: Rendi Rustandi












