Kabupaten Sukabumi

Pesona Alam Desa Ciwaru Sukabumi Dukung Wisata Geopark Ciletuh

×

Pesona Alam Desa Ciwaru Sukabumi Dukung Wisata Geopark Ciletuh

Sebarkan artikel ini
NAMPAK INDAH: Pantai Palangpang merupakan salah satu potensi alam utama Desa Ciwaru yang memiliki hamparan pasir putih keabuan dengan bentuk unik menyerupai tapal kuda jika dilihat dari ketinggian. Sumber Foto: Istimewa
NAMPAK INDAH: Pantai Palangpang merupakan salah satu potensi alam utama Desa Ciwaru yang memiliki hamparan pasir putih keabuan dengan bentuk unik menyerupai tapal kuda jika dilihat dari ketinggian. Sumber Foto: Istimewa

INILAHSUKABUMI.COM Desa Ciwaru merupakan salah satu desa di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, yang memiliki potensi alam unggulan di kawasan Geopark Nasional Ciletuh. Desa ini dikenal sebagai wilayah pertanian dan nelayan yang berada di zona inti geopark hasil tumbukan Lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Geopark Ciletuh sendiri resmi ditetapkan sebagai geopark nasional pada 22 Desember 2015 dan diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada 2018.

Keberadaan Desa Ciwaru di kawasan geopark menjadikan desa ini memiliki bentang alam unik, mulai dari pantai, air terjun, hingga perbukitan yang membentang di sekeliling wilayahnya. Potensi tersebut tidak hanya memperkaya nilai geologi kawasan, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berbasis alam dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun inilahsukabumi.com, nama Desa Ciwaru berasal dari nama Kampung Ciwaru yang berada di wilayah Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas. Berdasarkan catatan sejarah lokal, wilayah ini sebelumnya dikenal dengan nama Cikalong Heubeul. Kawasan teluk yang kini dikenal sebagai Teluk Ciletuh pertama kali ditemukan oleh tiga orang putra keturunan Kerajaan Pajajaran dari Cirebon dan Banten, yang kemudian menetap dan mengembangkan wilayah tersebut.

Desa Ciwaru dikelilingi rangkaian perbukitan yang membentuk lanskap alam eksotis berupa pantai dan air terjun. Kondisi geografis ini menjadikan desa tersebut sebagai salah satu destinasi unggulan wisata alam di Sukabumi selatan, sekaligus pusat aktivitas masyarakat berbasis pertanian, perikanan, dan pariwisata.

1. Pantai Palangpang
Pantai Palangpang merupakan salah satu potensi alam utama Desa Ciwaru yang memiliki hamparan pasir putih keabuan dengan bentuk unik menyerupai tapal kuda jika dilihat dari ketinggian. Pantai ini juga menjadi gerbang utama menuju kawasan Geopark Ciletuh dan sering dijadikan lokasi wisata keluarga, kegiatan fotografi alam, serta pintu masuk wisatawan yang ingin menjelajahi berbagai objek geowisata di sekitarnya.

2. Curug Sodong
Curug Sodong, yang dikenal sebagai curug kembar, menawarkan keindahan dua aliran air terjun yang berdampingan di tengah hutan tropis. Air terjun ini menjadi daya tarik wisata alam karena aliran airnya yang jernih, suasana sejuk, serta panorama tebing batuan yang mencerminkan karakter geologi kawasan Geopark Ciletuh.

3. Curug Cikanteh
Curug Cikanteh merupakan air terjun lain yang menjadi unggulan Desa Ciwaru dengan ketinggian air sekitar lima meter dan debit air yang cukup deras, terutama saat musim hujan. Keindahan alam di sekitar curug ini menjadikannya destinasi favorit wisatawan pecinta alam dan petualangan, sekaligus memperkuat citra Desa Ciwaru sebagai desa wisata berbasis potensi alam.

4. Kampung Homestay Desa Ciwaru
Kampung Homestay yang berada di Kampung Cimarinjung, Desa Ciwaru, berkembang pesat sejak kawasan Geopark Ciletuh ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO pada 2018. Masyarakat setempat beralih profesi dengan membuka homestay di rumah masing-masing dan membentuk organisasi Ikatan Homestay Ciletuh (IHC). Kehadiran homestay ini memberikan pengalaman wisata berbasis budaya dan alam sekaligus memperkuat perekonomian lokal melalui pariwisata berkelanjutan.

Dengan kekayaan potensi alam berupa pantai, air terjun, dan lanskap geologi unik, Desa Ciwaru dinilai memiliki peran strategis dalam pengembangan pariwisata Geopark Ciletuh. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat terus mendorong pengelolaan potensi tersebut secara berkelanjutan agar mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. (Adv)

Redaktur: Rendi Rustandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *