INILAHSUKABUMI.COM – Koordinator Aksi 2626 Forum Komunikasi Pengurus RT dan RW (Forum RTRW) Kota Sukabumi, Mauly Fahlevi Prawira, secara resmi menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat pascademonstrasi di Balai Kota Sukabumi, Selasa (2/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang ditujukan kepada seluruh pengurus RT dan RW se Kota Sukabumi pada Rabu (3/6/2026). Ia mengucapkan terima kasih atas partisipasi, dukungan, serta perjuangan yang telah ditunjukkan dalam mengawal aspirasi masyarakat melalui aksi tersebut.
Levi sapaan akrab Mauly Fahlevi, mengungkapkan meskipun hasil yang diperoleh dari aksi belum sepenuhnya memenuhi harapan seluruh peserta, namun gerakan tersebut telah menunjukkan kekuatan solidaritas dan kebersamaan para pengurus RT dan RW dalam menyampaikan aspirasi secara terbuka.
“Setidaknya kita telah menunjukkan soliditas dan solidaritas yang kuat. Kita telah membuktikan bahwa rakyat memiliki keberanian untuk menyuarakan aspirasi secara terbuka, damai, dan bermartabat,” ungkap Levi dalam surat terbuka yang diterima InilahSukabumi.com Rabu (03/06/2026).
Levi mengakui, setelah aksi berlangsung muncul sejumlah aktivitas lanjutan yang berkembang di luar tuntutan resmi maupun kewenangan Forum RTRW.
“Atas kondisi tersebut, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak,” ucap dia.
Menurut Levi, dinamika tersebut merupakan konsekuensi dari keputusan bersama untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam rangkaian perjuangan yang dilakukan. Karena melibatkan banyak unsur, terdapat sejumlah aktivitas yang berada di luar kendali forum.
“Meskipun demikian, karena aktivitas-aktivitas tersebut masih menjadi bagian dari rangkaian Aksi 2626, maka saya menyatakan siap untuk mempertanggungjawabkan segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan aksi tersebut,” ujar dia.
Mohon Maaf kepada Masyarakat Kota Sukabumi
Selain kepada peserta aksi, Levi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Sukabumi atas berbagai kegaduhan yang mungkin timbul selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa apa yang terjadi merupakan bagian dari dinamika penyampaian aspirasi dalam kehidupan demokrasi yang bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan bersama.
“Besar harapan saya agar masyarakat dapat memaklumi keadaan ini sebagai bagian dari dinamika penyampaian aspirasi demi kebaikan bersama,” harap Levi.
Forum RTRW Perjuangkan Suara Masyarakat
Levi menegaskan, perjuangan yang dilakukan Forum RTRW bukanlah untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan sebagai upaya menyampaikan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Karena itu, ia berharap semangat kebersamaan dan persatuan yang telah terbangun selama aksi dapat terus dijaga.
Baca juga : Aksi 2626 Berujung Vandalisme di Gedung DPRD Sukabumi, Massa Kecewa Janji Dewan Tak Ditepati
Surat terbuka tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Forum RTRW tetap berkomitmen mengedepankan penyampaian aspirasi secara damai, tertib, dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
Menutup pernyataannya, Levi kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, pengertian, serta menjaga kondusivitas selama aksi berlangsung.
Diberitakan sebelumnya, suasana di depan Balai Kota Sukabumi, Jalan R Syamsudin, mendadak memanas pada Selasa (2/6/2026). Massa yang tergabung dalam Forum RT RW bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran bertajuk Aksi 2626.
Massa aksi tiba di lokasi sekitar pukul 10:00 WIB dengan membawa tiga unit mobil komando, pengeras suara, serta berbagai spanduk berisi tuntutan dan kritik keras terhadap kepemimpinan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.
Redaktur : Budiyanto












