Berita UtamaKota Sukabumi

Dua Perempuan Penunggang Yamaha RXS Tewas Tertemper Kereta Pangrango di Kampung Brunei Sukabumi

×

Dua Perempuan Penunggang Yamaha RXS Tewas Tertemper Kereta Pangrango di Kampung Brunei Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Petugas Satlantas Polres Sukabumi Kota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan sebuah motor Yamaha RXS Tertemper kereta api Pangrango di Kampung Brunei, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Kamis (11/6/2026). INILAHSUKABUMI.COM/DOK SATLANTAS POLRES SUKABUMI KOTA

INILAHSUKABUMI.COM – Dua orang perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka tumpangi tertemper Kereta Api (KA) 225A jurusan Sukabumi–Bogor, Kamis (11/6/2026).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10:35 WIB terjadi di perlintasan rel kereta api tanpa palang Kampung Brunei, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Kedua korban yaitu MA (27) ibu rumah tangga warga Kampung Cikaret, Desa/Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

SR (17) pelajar warga Kampung Babakan Garung, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi.

Baca juga : ​Hanya 19 Hari, 5 Rumah dan 2 Masjid di Sukabumi Berhasil Dibangun Warga Binaan Lapas Warungkiara

Kanit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi Kota, Ipda Indra Lesmana, mengungkapkan saat di tempat kejadian perkara kedua korban dalam kondisi kritis

Keduanya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Islam Assyifa.

“Informasi terakhir kedua korban meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan intensif tim medis,” ungkap Indra kepada awak media, Kamis sore.

Kronologi Motor Tertemper Kereta

Terkait insiden kecelakaan, Indra, menjelaskan kecelakaan bermula saat KA 225A yang diawaki masinis berinisial AS dan asistennya, TB, melaju dari arah stasiun Kota Sukabumi menuju Bogor.

​Pada waktu yang hampir bersamaan, sepeda motor Yamaha RX Spesial dengan nomor polisi F 2918 WD yang dikendarai oleh MA (26) dengan membonceng SR (16) mencoba melintasi rel.

Diduga pengendara kurang memperhatikan kedatangan kereta, sehingga benturan keras tidak dapat dihindarkan.

​”Kedua korban terpental beberapa meter. Pengendara berinisial MA mengalami luka sobek cukup parah di bagian kepala depan dan belakang, serta lecet di kaki,” jelas dia.

“Begitu pun SR yang dibonceng mengalami cedera serupa di kepala dan kaki,” sambung Indra.

​​Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang rusak parah dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp1 juta.

Baca juga : ​Kejari Kota Sukabumi Lelang Aset Sitaan Narkoba, Ada Tanah Satu Hektare hingga Kios di Pasar Pelita

​Imbauan Tegas Polisi

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait insiden tersebut dan mengimbau warga sekitar untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur rel aktif tersebut.

Perlintasan di Kampung Brunei yang berada di kawasan padat permukiman ini memang menjadi titik rawan dan minimnya palang pintu.

​”Kami minta masyarakat tetap hati-hati saat akan melintas perlintasan kereta. Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan jalur benar-benar kosong,” imbau Indra.

“Kereta api tidak bisa berhenti mendadak karena jarak pengereman yang panjang. Keselamatan Anda jauh lebih berharga daripada waktu yang hanya terpangkas beberapa detik,” pungkas dia.

Redaktur : Budiyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *