Nasional

Lagi, Mahasiswa Sukabumi Turun ke Jalan Desak Evaluasi Total Pemerintahan Prabowo-Gibran !

×

Lagi, Mahasiswa Sukabumi Turun ke Jalan Desak Evaluasi Total Pemerintahan Prabowo-Gibran !

Sebarkan artikel ini
Demonstran massa IMM Sukabumi Raya menggelar aksi dan berorasi menyampaikan aspirasi di antaranya menuntut turunkan harga BBM di persimpangan Jalan Syamsuddin-Siliwangi, Kota Sukabumi, Rabu (17/6/2026). INILAHSUKABUMI.COM/BUDIYANTO

INILAHSUKABUMI.COM – Dua demonstrasi yang berasal dari elemen mahasiswa digelar di dua lokasi berbeda di wilayah Kota Sukabumi, Rabu (17/6/2026) sore.

Kedua massa aksi sama-sama mengkritisi dan mengevaluasi total pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Masing-masing berasal dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang mengambil titik aksi awal di DPRD Kota Sukabumi, Jalan Ir H Djuanda.

Satu aksi massa lagi di Bundaran Tugu Adipura yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nusa Putra dan Gema Sukabumi.

Baca juga : Mimbar Rakyat GMNI Sukabumi Raya : Krisis Ekonomi Makin Nyata, Pemerintah Harus Bertindak

Dalam aksi tersebut, massa aksi membawa berbagai spanduk dan poster, di antaranya bertuliskan tuntutan terkait kondisi ekonomi yang semakin membebani masyarakat.

Daya Beli Rakyat Melemah

Di lokasi depan gedung DPRR, para demonstran silih berganti berorasi menyampaikan aspirasi dan membacakan pernyataan sikap dengan menggunakan alat pengeras suara atau megaphone.

Salah seorang demonstran dalam orasinya, menyoroti naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat yang dinilainya ugal-ugalan, belum lagi disusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Baca juga : Markas PMI Kabupaten Sukabumi Disatroni Maling, Data Operasional Penting Raib

“Daya beli masyarakat semakin melemah, berbagai kebijakan pemerintah pusat belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat,” teriak seorang demonstran saat orasi di depan gedung DPRD Kota Sukabumi.

Selain menyampaikan orasi, massa aksi juga meneriakkan yel-yel hingga meneriakkan “turunkan harga BBM” dan sesekali diwarnai menyanyikan lagu-lagu perjuangan mahasiswa.

Kenaikan BBM, Dampaknya Berantai

Ketua IMM Sukabumi Raya, Diki Ramadhani, menyatakan kenaikan BBM berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Kenaikan harga bahan bakar akan berpengaruh pada biaya transportasi, distribusi barang, biaya produksi usaha, hingga harga kebutuhan pokok.

“Kenaikan harga BBM di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih merupakan kebijakan yang harus dievaluasi secara serius,” kata Diki.

Karena, lanjut dia, dampak kenaikan harga BBM tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya produksi usaha, hingga semakin menekan daya beli masyarakat

Pemerintah harus lebih peka terhadap kondisi yang saat ini dirasakan masyarakat. Ketika harga kebutuhan pokok terus meningkat dan kondisi ekonomi masyarakat masih sulit.

“Kebijakan kenaikan BBM justru berpotensi memperburuk keadaan. Kami menuntut bturunkan harga BBM,” tegas dia.

Massa aksi dari IMM ini diterima Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asy’ari.

Baca juga : Pencuri Motor Babak Belur Dihakimi Massa di Nagrak Sukabumi, Satu Pelaku Kabur

Selesai menyampaikan orasinya, para demonstran melakukan long march melintasi Jalan Djuanda, RE Martadinata, Siliwangi dan R Syamsuddin.

Di beberapa titik, massa aksi juga sempat berorasi menyampaikan aspirasinya. Demonstrasi akhirnya berakhir menjelang pergantian siang ke malam.

Demonstrasi dari IMM Sukabumi Raya ini mendapatkan pengawalan dan pengamanan dari petugas Polres Sukabumi Kota.

​Meski massa aksi sempat memenuhi ruas jalan protokol, situasi tetap terkendali di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.

Inilah Tuntutan IMM Sukabumi Raya : 

1. Mendesak Pemerintah untuk menghentikan sementara dan mengevaluasi secara menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

2. Mendesak untuk mengusut tuntas kasus korupsi dan permainan mark up harga yang berkaitan dengan MBG sampai ke tingkat SPPG.

3. Mendorong untuk dilakukan peninjauan kembali Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia.

4. Mendesak pemerintah untuk melakukan langkah strategis dan taktis demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.

5. Mendesak untuk memprioritaskan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia serta mensejahterakan tenaga pendidik.

6. Mendorong untuk meninjau kembali penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) agar efek dominonya tidak membebani masyarakat.

Redaktur : Budiyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *