Nasional

1.990 Orang Wafat Akibat Bencana di Sumatera

×

1.990 Orang Wafat Akibat Bencana di Sumatera

Sebarkan artikel ini
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto: Istimewa
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto: Istimewa

INILAHSUKABUMI.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan sebanyak 1.990 orang meninggal dunia akibat rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Selain korban meninggal, tercatat 141 orang dinyatakan hilang berdasarkan data hingga 14 Januari 2026. Hal tersebut disampaikan Tito dalam rapat penanganan pascabencana Sumatera, Kamis (15/1/2026).

“Setidaknya per 14 Januari, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.990 orang, sementara 141 orang masih dinyatakan hilang,” ujar Tito.

Bencana hidrometeorologi tersebut juga menyebabkan kerusakan ratusan ribu rumah warga serta berdampak luas terhadap fasilitas publik dan penyelenggaraan pemerintahan daerah di wilayah terdampak.

Tito menjelaskan, jumlah pengungsi yang sebelumnya mencapai lebih dari 2 juta jiwa kini berangsur menurun menjadi sekitar 131.500 orang, seiring dengan proses penanganan darurat dan pemulihan pascabencana yang terus dilakukan pemerintah.

“Bencana hidrometeorologi di Sumatera ini telah menimbulkan dampak dan kerugian besar, baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat,” katanya.

Dari sisi kerusakan fisik, Mendagri mencatat sebanyak 175.050 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum turut terdampak, di antaranya rumah ibadah, fasilitas kesehatan, gedung perkantoran, serta sarana pendidikan. Dampak bencana dilaporkan hampir merata di wilayah yang terdampak.

Secara keseluruhan, bencana tersebut berdampak langsung terhadap 52 kabupaten dan kota di tiga provinsi. Sejumlah kecamatan dan desa juga mengalami gangguan, termasuk pada layanan pendidikan, kesehatan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. (*)

Sumber: Kompas

Redaktur: Rendi Rustandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *