INILAHSUKABUMI.COM – Kebakaran hebat melanda Rumah Makan Parantina di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Selasa (27/1/2026) sore kemarin. Peristiwa ini menghanguskan bangunan utama rumah makan serta dua unit kendaraan roda empat yang terparkir di lokasi. Berikut lima fakta kebakaran rumah makan di jalur Sukabumi yang berhasil dihimpun redaksi inilahsukabumi.com:
1. Terjadi pada Selasa sore
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 15.15 WIB, saat aktivitas lalu lintas di Jalan Lingkar Selatan sedang ramai. Api diduga muncul dari dalam bangunan rumah makan sebelum dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian bangunan. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari jarak cukup jauh, sehingga menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kepanikan karena lokasi berada di kawasan padat penduduk dan dekat dengan fasilitas umum.
2. Bangunan didominasi material mudah terbakar
Bangunan Rumah Makan Parantina diketahui didominasi material kayu dan bambu, sehingga api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan pada menit-menit awal kebakaran. Struktur bangunan yang sebagian besar berbahan ringan mempercepat perambatan api ke seluruh ruangan, termasuk area dapur dan ruang makan. Kondisi ini juga menyulitkan warga sekitar yang sempat mencoba memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
3. Dua mobil ikut terbakar
Selain menghanguskan bangunan utama rumah makan, api juga merembet ke dua unit mobil yang terparkir tepat di halaman depan lokasi kejadian. Kedua kendaraan tersebut mengalami kerusakan berat akibat panas dan kobaran api yang meluas dengan cepat. Peristiwa ini menambah besarnya kerugian materi yang ditimbulkan serta memperparah situasi di lokasi kejadian.
4. Empat unit mobil pemadam diterjunkan
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Sukabumi menerjunkan empat unit mobil pemadam kebakaran, dibantu personel Damkar Kabupaten Sukabumi, untuk memadamkan api dan mencegah perambatan ke bangunan lain di kawasan padat tersebut. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam dan dilanjutkan dengan pendinginan intensif hingga menjelang petang.
“Kami tiba di lokasi sekitar sepuluh menit setelah laporan masuk. Api sudah cukup besar sehingga fokus utama kami mencegah perambatan ke bangunan sekitar,” ujar Kepala Bidang Damkar Kota Sukabumi, Ujang Rustandi.
5. Dugaan sementara akibat korsleting listrik
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari area dapur rumah makan. Petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber api sekaligus mengumpulkan keterangan saksi serta bukti di lokasi kejadian. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. (*)
Reporter: Idam
Redaktur: Rendi Rustandi












