INILAHSUKABUMI.COM – Dugaan keterlambatan pembayaran gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mencuat ke permukaan.
Isu ini menjadi salah satu sorotan dan tuntutan utama dalam aksi demonstrasi besar-besaran yang digelar massa Aksi Bela Rakyat (Akbar) 2626 Jilid 2 di depan Balai Kota Sukabumi, Jumat (26/6/2026).
Massa aksi menilai, belum cairnya hak ASN di lingkungan Pemkot Sukabumi hingga akhir Juni ini merupakan indikator buruknya tata kelola pemerintahan di bawah kepemimpinan saat ini.
Padahal, daerah lain di sekitar Sukabumi, termasuk Kabupaten Sukabumi dan Cianjur, dilaporkan telah merealisasikan pembayaran tersebut sejak awal bulan.
Baca juga : Kecewa Tak Ditemui, Massa Aksi Akbar 2626 Beri Piagam ‘Penguasa Sombong’ untuk Wali Kota Sukabumi
”Sampai hari ini, gaji ke-13 belum juga cair. Padahal itu serentak di seluruh Indonesia. Daerah tetangga seperti Kabupaten Sukabumi sudah merealisasikannya sejak 6 Juni lalu,” ungkap Koordinator Lapangan (Korlap) Akbar 2626 Jilid 2, Budi Adinata, saat berorasi.
Massa demonstran kali ini gagal bertemu Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana. Demonstran hanya diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Andang Tjanjandi.
ASN tidak Berani Menyuarakan Haknya
Budi mengakui, pihaknya menerima aduan dari ASN lintas instansi, mulai dari tingkat dinas, sekretaris lurah, hingga anggota Satpol PP yang mempertanyakan hak mereka.
Menurutnya, gaji ke-13 sangat krusial bagi para ASN, terutama untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru.
”Kasian ASN ini menjerit. Mungkin di hadapan pimpinannya mereka tidak berani bersuara, tapi kami hadir di sini untuk memperjuangkan hak mereka agar segera diberikan,” tambah orator lainnya, Syah Arif.
Tanggapan Sekda Kota Sukabumi
Sekda Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, enggan memberikan penjelasan lebih detail saat dimintai konfirmasi para jurnalis. Ia hanya memberikan jawaban singkat sebelum meninggalkan kerumunan wartawan.
Baca juga : Misteri Kematian Tamu Hotel di Sukabumi Terungkap, Korban Tewas Akibat Kekerasan di Leher
”Aman,” ujar Andang pendek sembari berlalu selesai menerima para demonstran.
Aksi di depan kantor pemerintahan Jalan R. Syamsudin ini tak hanya menyoal gaji ke-13. Massa yang berjumlah seratusan orang tersebut juga menyampaikan tuntutan paling utamanya pemakzulan kepala daerah.
Dalam aksi teatrikal, massa memberikan “piagam penghargaan” sebagai simbol kekecewaan terhadap gaya kepemimpinan yang dinilai arogan, jauh dari amanah rakyat, dan abai terhadap keadilan sosial.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari Pemkot Sukabumi mengenai kendala teknis atau alasan di balik keterlambatan pencairan gaji ke-13 bagi ASN tersebut.
Redaktur : Budiyanto










