Kabupaten SukabumiKesehatan

Stunting Masih Mengintai, Kecamatan Bantargadung Sukabumi Ubah Strategi Intervensi Gizi

×

Stunting Masih Mengintai, Kecamatan Bantargadung Sukabumi Ubah Strategi Intervensi Gizi

Sebarkan artikel ini
Gambar ilustrasi dihasilkan oleh Artificial Intelligence. INILAHSUKABUMI.COM/GEMINI GOOGLE

INILAHSUKABUMI.COM – Kasus stunting di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi sepanjang 2026 ini bertambah 18 bayi. Hal ini berdasarkan data Puskesmas per Desember 2025 berjumlah 243 bayi sedangkan Juli 2026 sebanyak 261 bayi.

​Camat Bantargadung, Syarifuddin Rahmat, mengungkapkan akan mengambil langkah taktis dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Di antaranya mengubah fokus intervensi agar lebih spesifik.

“Fokus utama diarahkan pada kelompok ibu hamil untuk mencegah munculnya kasus stunting baru, serta anak usia di bawah dua tahun (baduta),” ungkap Syarifuddin kepada awak media selesai memimpin rapat koordinasi di Puskesmas Bantargadung, Kamis (16/7/2026).

​”Kami ingin mencari formulasi terbaik agar intervensi gizi lebih tepat sasaran. Harapannya, Bantargadung bisa menjadi daerah percontohan (pilot project) dalam penanganan stunting nasional,” sambung dia.

Baca juga : Kasus Stunting di Bantargadung Sukabumi Naik, Januari sampai Juli 2026 Tambah 18

​Evaluasi Menu MBG untuk Baduta

Hasil rapat koordinasi lintas sektor mengungkap temuan penting, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama ini sering disamakan antara anak usia 6–24 bulan dengan anak usia 25–60 bulan.

Padahal, kebutuhan nutrisi kedua kelompok usia tersebut sangat berbeda.

​Menanggapi hal itu, Syarifuddin telah menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk segera menyesuaikan menu agar lebih spesifik memenuhi kebutuhan baduta.

​Data dari kader Posyandu menunjukkan berat badan anak meningkat setiap bulan, namun pertumbuhan tinggi badan masih menjadi tantangan.

“Karena itu, perlu intervensi lebih spesifik melalui penyempurnaan menu dan pendampingan intensif dari Puskesmas,” kTa Syarifuddin.

​Sinergi Lintas Sektor

Dalam program ini, Pemerintah Kecamatan Bantargadung tidak bekerja sendiri. Sinergi dibangun dengan melibatkan pemerintah desa, Puskesmas, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader Posyandu, hingga anggota Linmas.

Baca juga : Update : Kerangka Manusia di Sagaranten Sukabumi Korban Pembunuhuan, Terduga Pelaku ‘Delon’ Ditangkap Polisi

​Selain fokus pada balita, perhatian khusus juga diberikan kepada ibu hamil dan menyusui yang mengalami penurunan nafsu makan melalui pemberian asupan vitamin serta tablet tambah darah.

​Langkah ini dilakukan untuk mendukung program strategis nasional yang dicanangkan Presiden, yang mencakup pemenuhan gizi anak, penurunan stunting, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

​Hasil evaluasi dan formulasi baru dari Bantargadung ini nantinya akan dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional sebagai bahan masukan bagi pengembangan program di tingkat yang lebih luas.

Syarifuddin optimistis, dengan intervensi yang terukur, target penurunan stunting sebesar 5 persen tahun ini dapat dilampaui.

Reporter : Karimullah

Redaktur : Budiyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *