Berita Utama

Sepekan 3 Warga Sukabumi Tewas Tertemper Kereta Api Pangrango, Terbaru di Parungkuda

×

Sepekan 3 Warga Sukabumi Tewas Tertemper Kereta Api Pangrango, Terbaru di Parungkuda

Sebarkan artikel ini
Kompilasi foto lokasi kejadian, seorang pedagang sayuran keliling Asep Yusup (49) tewas tertemper kereta api Pangrango di perlintasan samping Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI), Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Minggu (14/6/2026). INILAHSUKABUMI.COM/TANGKAPAN LAYAR VIDEO WARGA

INILAHSUKABUMI.COM – Seorang pedagang sayur keliling, Asep Yusup (49) warga Kampung Babakan Pendeuy, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Pangrango.

Peristiwa ini terjadi saat kereta dari Sukabumi ke Bogor melintas di sekitar perlintasan samping Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI), Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 16:11 WIB.

​Sontak peristiwa tersebut menggegerkan warga sekitar dan pengguna jalan. Korban diduga tidak menyadari kedatangan kereta api yang melaju kencang dari arah Sukabumi menuju Bogor.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan kereta api di wilayah Sukabumi. Tiga hari lalu dilaporkan dua perempuan penunggang motor Yamaha RXS meninggal tertemper kereta api di wilayah Kota Sukabumi.

Baca juga : Dua Perempuan Penunggang Yamaha RXS Tewas Tertemper Kereta Pangrango di Kampung Brunei Sukabumi

​Kapolsek Parungkuda, AKP Erman, mengungkapkan bahwa saat kejadian, korban tengah dalam perjalanan berjualan sayur. Karena kondisi perlintasan yang tidak memiliki palang pintu serta minimnya jarak pandang akibat vegetasi di sisi rel, korban tidak sempat menghindar.

​”Benturan keras tak terelakkan. Korban mengalami luka sangat berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap AKP Erman kepada InilahSukabumi.com Minggu malam.

​Petugas kepolisian bersama warga setempat segera mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Sekarwangi, Cibadak, untuk penanganan lebih lanjut.

​AKP Erman menegaskan bahwa kecelakaan di titik tersebut dipicu oleh kurangnya kewaspadaan di perlintasan liar yang tidak memiliki standar keselamatan memadai.

Hati-hati Melintas Rel Kereta Api

Pihaknya kini memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak mengabaikan prosedur keselamatan saat melintasi rel kereta api.

Baca juga ::Lalu Lintas Sukabumi-Bogor Lumpuh Sore Tadi, Truk Hino Tabrakan Beruntun di Karangtengah

​”Kami minta warga selalu berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, serta pastikan jalur benar-benar kosong sebelum menyeberang. Keselamatan adalah prioritas, jangan pertaruhkan nyawa di perlintasan liar yang tidak memiliki fasilitas pengamanan,” tegasnya.

​Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi warga Sukabumi agar lebih disiplin dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur perlintasan kereta api, terutama di area-area yang belum terjaga.

Dua Penunggang Motor Tewas

Diberitakan sebelumnya, dua orang perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka tumpangi tertemper Kereta Api (KA) 225A jurusan Sukabumi–Bogor, Kamis (11/6/2026).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10:35 WIB terjadi di perlintasan rel kereta api tanpa palang Kampung Brunei, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Reporter : Idam

Redaktur : Budiyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *