INILAHSUKABUMI.COM – Dampak pergerakan tanah yang terjadi sejak 4 Desember 2024 lalu masih dirasakan warga Kampung Pasir Gerong RT 09 RW 01, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Hingga Selasa (16/12/2025), sedikitnya empat rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat dan belum mendapatkan penanganan lanjutan.
Akibat peristiwa tersebut, sejumlah warga terpaksa tetap bertahan di rumah yang kondisinya tidak lagi layak huni. Kerusakan bangunan menyebabkan sebagian rumah hanya menyisakan satu bagian yang masih dapat ditempati.
Salah satu warga terdampak, Kokom (52), mengatakan rumah yang ditempatinya bersama satu kepala keluarga berjumlah empat jiwa mengalami kerusakan parah. Kondisi ekonomi keluarga membuatnya belum mampu melakukan perbaikan secara mandiri.
“Dari rumah ini hanya satu bagian yang masih bisa ditempati. Kami tetap tinggal di sini karena tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki atau membangun kembali rumah,” kata Kokom.
Kondisi serupa juga dialami Sumarni (40). Rumah yang dihuni satu kepala keluarga dengan tujuh jiwa itu kini hanya menyisakan satu bagian bangunan. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama saat hujan turun.
Warga terdampak berharap adanya langkah konkret dari Pemerintah Desa Bantarkalong dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya terkait penanganan jangka panjang dan relokasi ke lokasi yang lebih aman.
“Kami berharap ada relokasi karena kondisi rumah sudah tidak aman untuk ditempati, terutama saat musim hujan,” harapnya. (*)
Reporter: Karimullah
Redaktur: Rendi Rustandi












