Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Warga Tolak Proyek Geothermal, Ini Kata Kades Sirnarasa Sukabumi

×

Warga Tolak Proyek Geothermal, Ini Kata Kades Sirnarasa Sukabumi

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Puluhan Warga Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak menyampaikan penolakan terhadap rencana proyek geothermal di kawasan kaki Gunung Halimun, Sukabumi, karena dinilai berpotensi mengancam keselamatan dan kelestarian lingkungan. Smber Foto: Dihasilkan oleh Artificial Intelligence
ILUSTRASI: Puluhan Warga Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak menyampaikan penolakan terhadap rencana proyek geothermal di kawasan kaki Gunung Halimun, Sukabumi, karena dinilai berpotensi mengancam keselamatan dan kelestarian lingkungan. Smber Foto: Dihasilkan oleh Artificial Intelligence

INILAHSUKABUMI.COM – Kepala Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Okih Suryadi, membenarkan adanya gejolak penolakan di tengah masyarakat terkait rencana proyek geothermal di wilayah kaki Gunung Halimun. Ia menyebutkan bahwa proyek panas bumi tersebut merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan perizinan yang diklaim telah terbit sejak 1998.

Menurut Okih, secara kewenangan pemerintah desa tidak memiliki ruang untuk menolak proyek yang menjadi program pemerintah pusat. Namun demikian, sikap pemerintah desa akan tetap sejalan dengan aspirasi masyarakat setempat.

“Secara kewenangan, pemerintah desa tidak bisa menolak karena ini program pusat. Namun, jika masyarakat tidak setuju, kami pun tidak setuju. Kenyamanan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas,” kata Okih, dikutip dari sukabumiupdate.com, Jumat (16/1/2026).

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada aktivitas pengeboran geothermal di lapangan. Kegiatan yang dilakukan baru sebatas tahap awal berupa perencanaan dan survei.

“Belum ada aksi pengeboran. Yang berjalan saat ini masih dalam tahap perencanaan dan survei awal,” ujarnya.

Terkait rencana penggunaan lahan, Okih menjelaskan bahwa proyek tersebut direncanakan memiliki tiga titik pengeboran atau wellpad. Total kebutuhan lahan diperkirakan mencapai sekitar 3 hingga 6 hektare.

“Setiap wellpad diperkirakan membutuhkan lahan sekitar satu sampai dua hektare. Untuk akses jalan menuju lokasi, sampai sekarang belum ada kepastian,” jelasnya.

Baca Juga: Warga Desa Sirnarasa Sukabumi Tolak Geothermal di Kaki Gunung Halimun

Ia juga menyampaikan bahwa pihak perusahaan berencana melakukan sosialisasi ulang kepada masyarakat Desa Sirnarasa secara bertahap. Sosialisasi tersebut akan dilakukan di empat kedusunan agar informasi dapat diterima langsung oleh warga.

“Sosialisasi akan dilakukan per dusun. Sementara sosialisasi secara menyeluruh di kantor desa akan dilaksanakan setelah tahapan survei dan kajian lingkungan selesai,” pungkas Okih. (*)

Sumber: sukabumiupdate.com

Redaktur: Rendi Rustandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *