Kabupaten Sukabumi

Musim Kemarau di Cibadak Sukabumi : 315 KK Krisis Air Bersih, Sumur Warga Mengering

×

Musim Kemarau di Cibadak Sukabumi : 315 KK Krisis Air Bersih, Sumur Warga Mengering

Sebarkan artikel ini
Proses penyaluran air bersih kolaborasi BPBD dengan Rumah Zakat di wilayah Kampung Cikiwul, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/7/2026). INILAHSUKABUMI.COM/DOK : MAWALDI

INILAHSUKABUMI.COM – Musim kemarau memicu krisis air bersih di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 315 kepala keluarga (KK) saat ini dilaporkan kesulitan mendapatkan akses air untuk kebutuhan sehari-hari.

​Krisis air bersih ini melanda dua titik utama, yakni Kampung Lingkungan Sari, RW 21, Kelurahan Cibadak sebanyak 150 KK dan Kampung Cikiwul RT 2 dan 3 RW 01 Desa Sekarwangi sebanyak 165 KK.

Kondisi ini terpantau sudah berlangsung selama tiga pekan terakhir, terhitung sejak awal Juni 2026.

​Menanggapi kondisi darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi berkolaborasi dengan Relawan Rumah Zakat Sukabumi menyalurkan bantuan air bersih, Kamis (2/7/2026).

Baca juga : ​Terjebak di Sumur 10 Meter, Warga Cibadak Sukabumi Selamat dari Maut Usai Dievakuasi Dramatis

​Anggota Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, Imam Insani Kamal, mengungkapkan, pihak BPBD menerjunkan dua unit tangki air bersih masing-masing berkapasitas 5.000 liter.

​”Hari ini kami mengirimkan dua tangki air bersih ntuk warga terdampak. Khusus untuk wilayah Desa Sekarwangi, ini merupakan pengiriman kedua setelah pekan sebelumnya kami juga melakukan droping serupa,” ungkap Imam kepada awak media.

Bukan Hanya Kemarau, Irigasi Sedang Diperbaiki

​Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, menjelaskan bahwa kekeringan kali ini diperparah oleh kondisi infrastruktur irigasi di lingkungan warga.

​”Sumur-sumur milik warga sudah tidak mengeluarkan air. Tidak hanya itu, lahan persawahan, kebun, hingga kolam ikan milik warga juga terdampak kekeringan hebat,” jelas Mawaldi.

Baca juga : ​Bupati Asep Japar Tegaskan Meritokrasi di Sukabumi: Tak Ada Orang Bupati, Wabup atau Sekda dalam Karier ASN

​Menurut Mawaldi, selain faktor cuaca ekstrem musim kemarau, kekeringan di wilayah tersebut juga dipicu oleh saluran irigasi yang melintasi perkampungan sedang dalam proses perbaikan.

“Akibatnya, pasokan air yang biasanya menjadi cadangan bagi warga terhenti total,” ujar dia.

​Hal senada disampaikan Ketua RW 21 Kelurahan Cibadak, Ucup. Ia menuturkan bahwa selama ini warga memanfaatkan resapan air permukaan dari aliran Irigasi Sungai Cimahi untuk kebutuhan sehari-hari.

​”Kampung kami tidak memiliki sumur bor. Selama ini hanya mengandalkan sumur gali tradisional. Karena irigasi dikeringkan untuk perbaikan dan sumur gali sudah kering total, warga benar-benar dalam posisi sulit,” tutur Ucup.

Reporter : Idam

Redaktur : Budiyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *