Kabupaten Sukabumi

Update : Digeruduk Massa Cireundeu Sukabumi, Dapur SPPG Nagrak Girijaya Dievaluasi !

×

Update : Digeruduk Massa Cireundeu Sukabumi, Dapur SPPG Nagrak Girijaya Dievaluasi !

Sebarkan artikel ini
Suasana audiensi antara massa aksi GCB dan LSM FK Paksi dengan perwakilan SPPG di Kantor Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (5/6/2026). INILAHSUKABUMI.COM/IDAM

INILAHSUKABUMI.COM – Massa aksi Gerakan Cireundeu Bersatu (GCB) dan LSM Forum Komunikasi Pengawal Konstitusi Demokrasi Indonesia (FK Paksi) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Girijaya berakhir audiensi di Kantor Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (5/6/2026).

Audiensi menghadirkan Koordinator Wilayah (Koorwil) SPPG Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Azis. Pada pertemuan tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nagrak dan Pemerintahan Desa Girijaya.

“Permasalahan yang terjadi selama ini murni karena miskomunikasi antar pihak. Kami mohon maaf dan memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan segera ditindaklanjuti,” ungkap Sandi kepada awak media selesai audiensi, Jumat malam.

Sandi mengatakan hasil audiensi akan segera dilaporkan kepada pimpinan dan melakukan pemanggilan khusus terhadap pihak-pihak yang dinilai perlu mendapatkan pembinaan.

Baca juga : Bawa 8 Tuntutan, Massa Aksi di Nagrak Sukabumi Minta Dapur SPPG Tanpa Sertifikasi Segera Ditutup

“Kepala dapur dan pihak mitra sebelumnya sudah kami panggil dan melakukan pembinaan khusus agar persoalan serupa tidak terulang kembali,” kata Sandi.

Ia menuturkan SPPG Nagrak Girijaya sudah berjalan hampir sembilan bulan. Namun di tengah perjalanan memang terjadi miskomunikasi antara pihak mitra dengan yayasan.

Dampaknya, terhadap pelayanan, termasuk koordinasi dengan kepala dapur.

Menurut ia persoalan yang muncul bukan semata-mata terkait pelayanan kepada penerima manfaat, tetapi juga menyangkut koordinasi internal yang belum berjalan maksimal.

“Kami akan segera melakukan evaluasi dan pembinaan agar pelayanan kembali berjalan optimal,” tutur dia.

​Melibatkan Warga Lokal, Supplier hingga Tenaga Kebersihan

Terkait tuntutan masyarakat, Sandi, menjelaskan selain meminta peningkatan kualitas pelayanan dan menu makanan, masyarakat berharap pihak pengelola lebih melibatkan supplier lokal serta tenaga kebersihan dari lingkungan sekitar.

“Tadi masyarakat menyampaikan langsung kepada kami. Mereka berharap ada keterlibatan warga setempat dalam penyediaan bahan kebutuhan maupun aspek kebersihan. Alhamdulillah, pihak mitra juga telah menyatakan kesiapannya untuk mengakomodasi aspirasi tersebut,” jelas dia..

Pelajaran bagi SPPG se Sukabumi

Sandi mengimbau kejadian di Girijaya harus menjadi pelajaran bagi seluruh SPPG yang ada di Kabupaten Sukabumi. Ia mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara yayasan, mitra, investor, serta unsur kewilayahan.

Baca juga : ​Jembatan Duplikasi Pamuruyan Cibadak Mulai Difungsikan, Urai Kemacetan Jalur Sukabumi-Bogor?

“Kami mengimbau seluruh SPPG agar memperkuat koordinasi dengan RT, RW, Kepala Desa, Forkopimcam, dan masyarakat sekitar. Apalagi saat ini sudah ada aturan terbaru yang mewajibkan pelibatan unsur kewilayahan dalam pelaksanaan program,” imbau dia.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Girijaya di Kampung Cireundeu, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (5/6/2026) siang digeruduk seratusan massa.

Massa aksi berasal dari masyarakat setempat yang tergabung Gerakan Cireundeu Bersatu (GCB) dan LSM Forum Komunikasi Pengawal Konsitusi Demokrasi Indonesia (FK Paksi).

Aksi massa tersebut dipicu banyaknya permasalahan di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan lingkungan masyarakat. Di antaranya massa aksi mengkritisi menurunnya kualitas makanan hingga pengolahan limbah.

Reporter : Idam

Redaktur : Budiyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *