Ia menyebutkan bahwa rentang waktu antara akhir Juni hingga Agustus menjadi momen krusial untuk mempercepat upaya konkret dalam pengaturan ruang kota. Meski demikian, Pemkot menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan humanis tetap menjadi prinsip utama.
“Dengan semangat Bismillah, mari kita bersama-sama menjadikan Kota Sukabumi sebagai kota yang tertib, ramah, dan nyaman. Kota idaman seluruh masyarakat. Mari kita rawat dan tata kota kita demi Sukabumi yang lebih baik, demi mewujudkan ‘Jawa Barat Istimewa’,” tutup Bobby.
Penataan ini diharapkan tidak hanya menciptakan ruang publik yang lebih teratur, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga estetika dan fungsi kota.
Dengan semangat “Lembur diurus, kota ditata, Jawa Barat istimewa”, Pemkot Sukabumi terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun kota yang berdaya saing dan berkeadaban. (Ky)












