INILAHSUKABUMI.COM – Kepedulian terhadap warga kurang mampu kembali ditunjukkan di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Rumah tidak layak huni milik Herliyanto (47), warga Kampung Batu Asih RT 003/RW 016, Desa Sekarwangi, yang mengalami kerusakan berat dan nyaris roboh, mulai mendapatkan penanganan melalui gerakan swadaya masyarakat dengan dukungan para donatur.
Pemerintah Desa Sekarwangi bersama unsur Kecamatan Cibadak melakukan monitoring dan asesmen langsung ke lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, rumah berukuran 12 x 6 meter atau seluas 72 meter persegi tersebut dinyatakan rusak berat dan berisiko tinggi terhadap keselamatan penghuni.
Herliyanto tinggal bersama istri dan dua orang anaknya dalam satu kepala keluarga dengan total empat jiwa. Salah satu anak masih menempuh pendidikan PAUD, sementara anak lainnya duduk di bangku SLTP kelas dua. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Herliyanto bekerja sebagai buruh harian lepas di sektor bangunan, sehingga kondisi ekonomi keluarga tergolong rentan.
Hingga saat ini, keluarga tersebut belum menerima bantuan sosial dari pemerintah karena masih tercatat dalam desil 6 dan belum masuk kategori prioritas penerima bansos. Kondisi tersebut membuat keluarga harus bertahan dalam keterbatasan, meski tinggal di rumah yang tidak layak huni.
Meski demikian, kepedulian sosial masyarakat dan para donatur menjadi harapan bagi keluarga tersebut. Bantuan material bangunan telah disalurkan, dan proses perbaikan rumah akan dilakukan secara swadaya dengan melibatkan warga setempat serta mendapat pendampingan dari Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan.
Camat Cibadak, Mulyadi, mengatakan bahwa Pemerintah Kecamatan Cibadak berkomitmen untuk tidak tinggal diam terhadap kondisi warganya. Menurutnya, penanganan darurat perlu dilakukan demi keselamatan keluarga, meskipun belum tercatat sebagai penerima bantuan sosial.
“Kami hadir memastikan warga yang rumahnya tidak layak huni tetap mendapatkan perhatian. Meskipun belum masuk data penerima bansos, penanganan darurat harus dilakukan demi keselamatan keluarga. Gotong royong ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kehadiran negara di tengah masyarakat,” tegas Mulyadi kepada Inilahsukabumi.com.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak kecamatan akan mendorong pembaruan data dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar ke depan warga dengan kondisi serupa dapat memperoleh akses perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran.
“Kami akan mengawal dan mengoordinasikan, baik di tingkat desa hingga kabupaten, agar kasus seperti ini tidak terlewat lagi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Idam
Redaktur: Rendi Rustandi












